Senin, 19 September 2011

Review BAB I : Sistem Informasi dalam Kegiatan Bisnis Saat Ini


A.      PERANAN SISTEM INFORMASI PADA SAAT INI
Perubahan besar terjadi di pasar media. Lebih dari 35 juta  orang membaca berita di Internet yang telah menyebabkan jumlah pembaca surat kabar terus menurun. Tiga puluh juta orang Amerika kini membaca blog, dan 8 juta orang menulis blog yang menciptakan ledakan penulis-penulis baru dan bentuk baru dari umpan balik pelanggan.
Undang-undang baru pemerintah tentang keamanan dan akuntansi mengharuskan bisnis untuk menyimpan e-mail selama 5 tahun, digabung dengan ragam pekerjaan saat ini dan peraturan kesehatan yang mengharuskan perusahaan menyimpan data yang berkaitan dengan eksposur karyawan terhadap substansi kimia sampai 60 tahun, mendorong pertumbuhan informasi digital saat ini diestiminasikan sebesar 5 exabyte setiap tahun, kurang lebih sama dengan 37.000 perpustakaan.
Masuknya Internet ke dalam sistem komunikasi internasional telah menurunkan biaya operasi pada tingkat global secara drastis. Pelanggan bisa berbelanja di pasar global, dengan harga dan informasi dengan kualitas andal selama 24 jam sehari. Perusahaan dapat mencapai penurunan biaya mengejutkan dengan cara menemukan pemasok berbiaya rendah dan mengelola fasilitas produksi di negara lain. Perusahaan digital yang memproduksi film-film Hollywood dapat menjual jutaan lebih kopi DVD dari film-film terkenal dengan menggunakan pasar luar negeri. Perusahaan jasa Internet seperti Google dan Ebay, dapat mencontoh model bisnis dan jasa mereka dibanyak negara tanpa harus merancang kembali infrastruktur sistem informasi yang merupakan biaya tetap tinggi.
Proses bisnis terhubung dengan sekumpulan kegiatan yang saling berhubungan dan perilaku yang telah dikembangkan perusahaan untuk memproduksi hasil tertentu dan cara unik bagaimana mengorganisasikan kegiatan-kegiatan ini. Contoh dari proses bisnis ini adalah pengembangan produk baru, pembuatan dan pemenuhan pesanan, penciptaan perencanaan pemasaran, dan perekrutan karyawan.
Perusahaan digital merasakan dan tanggap atas lingkungannya lebih cepat ketimbang perusahaan tradisional, hal ini memberikan kemampuan yang lebih fleksibel bagi perusahaan digital di era perubahaan ini. Perusahaan digital menawarkan kesempatan tidak biasa dalam organisasi dan manajemen global yang lebih fleksibel. Dalam perusahaan digital, baik perubahaan waktu maupun perubahaan tempat merupakan suatu norma. Perubahan waktu mengacu kepada kegiatan bisnis yang dilakukan terus-menerus, 24 jam x 7 hari, tidak terbatas pada kegiatan hari kerja dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Pergeseran tempat berarti pekerjaan dapat berada di lingkungan kerja global sebagaimana pada tingkatan nasional. Pekerjaan dapat secara fisik dikerjakan di mana saja pekerjaan tersebut dapat dikerjakan paling baik.
Perusahaan bisnis berinvestasi lebih pada sistem informasinya secara khusus untuk mencapai enan tujuan bisnis strategis: keunggulan operasional; produk, jasa dan model bisnis baru; hubungan pelanggan dan pemasok; pengambilan keputusan yang semakin baik; keunggulan kompetitif; dan kelangsungan usaha.


B.      PERSPEKTIF dalam SISTEM INFORMASI
Sistem informasi secara teknis dapat di definisikan sebagai sekumpulan komponen yang saling berhubungan, mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan keputusan dan pengawasan dalam satu organisasi. Selain menunjang proses pengambilan keputusan, koodinasi, dan pengawasan, sistm informasi juga dapat membantu manajer dan karyawan menganalisis permasalahan, menggambarkan hal-hal rumit, dan menciptakan produk baru.
Sistem informasi merupakan kombinasi dari elemen manajemen, organisasi, dan teknologi. Aspek manajemen sistem informasi meliputi kepemimpinan, strategi, dan perilaku manajemen. Aspek teknologi terdiri atas peranti keras, peranti lunak komputer, teknologi manajemen data dan teknologi jaringan/telekomunikasi. Aspek organisasi dari sistem informasi melibatkan hierarki organisasi, keahlian fungsional, proses bisnis, budaya, dan kelompok politis.
Dapat dilihat bahwa dari perspektif bisnis, sistem informasi adalah penting untuk menciptakan nilai bagi perusahaan. Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan pendapatan atau menurunkan biayanya dengan menberikan informasi yang dapat membantu manajer membuat keputusan yang lebih baik atau memperbaiki kegiatanprosen bisnis. Perspektif bisnis berfokus pada sisten informasi organisasi dan manajemen secara alami. Sistem informasi mencerminkan solusi organisasi dan manajemen, berbasis teknologi informasi atas tantangan atau masalah yang disebabkan oleh lingkungan.
Aset komplementer merupakan aset yang dibutuhkan untuk mendapatkan nilai dari investasi utamanya. Sebagai contoh, untuk menciptakan nilai atas mobil membutuhkan investasi tambahan yang substansial atas jalan tol, jalan raya, pom bensin, bengkel, dan struktur peraturan yang akan mengatur dan mengawasi para pengendara.
Riset terkini dalan investasi twknologi informasi di bisnis menunjukkan bahwa perusahaan yang menunjang investasi teknologinya dengan investasi di aset komplementer, seperti model bisnis baru, perilaku manajemen, budaya organisasi atau pelatihan akan mendapatkan tingkat pengembalian yang superior, sementara perusahaan-perusahaan yang tidak berinvestasi di aset komplemnter akan mendapatkan tingkat pengembalian yang kurang atau malah tidak ada sama sekali atas investasinya di teknologi informasi.


C. PENDEKATAN KONTEMPORER TERHADAP SISTEM INFORMASI
          Secara umum, bidang sistem informasi dapat dilihat dengan pendekatan teknis dan pendekatan perilaku. Sistem informasi merupakan sistem sosioteknis. Sistem informasi tetap membutuhkan substansi sosial, organisasi, dan investigasi intelektual untuk bisa berjalan dengan layak walaupun sistem ini terdiri atas mesin dan teknologi fisik.
         Pendekatan teknis terhadap sistem informasi menekankan model matematika untuk mempelajari sistem informasi, serta penekanan pada teknologi secara fisik dan kemampuan format dari sistem tersebut. Disiplin ilmu yang berkontribusi adalah ilmu komputer, metode kuantitatif, dan riset operasi.
             Ilmu komputer berfokus pada pengembangan teori perhitungan, metode perhitungan dan metode akses dari penyimpanan data yang efisien. Metode kuantitatif menekankan pada pengembangan model untuk pengambilan keputusan dan praktik manajemen. Riset operasi berfokus pada teknis matematika untuk mengoptimalkan parameter terpilih dari organisasi seperti transportasi, pengawasan persediaan, dan biaya transaksi.
           Bagian penting bidang sistem informasi melibatkan isu perilaku yang muncul dalam pengembangan dan pengelolaan jangka panjang dari sistem informasi. Isu seperti integrasi bisnis strategis, perancangan, implementasi, penggunaan, dan manajemen tidak dapat dijelajahi dengan menggunakan model dari pendekatan teknis. Disiplin ilmu mengenai perilaku lainya berkontribusi pada metode dan konsep penting.
                Sebagai contoh, ahli sosiologi mempelajari sistem informasi dengan melihat bagaimana kelompok dan organisasi mempengaruhi pengembangan sistem informasi dan juga bagaimana sistem memengaruhi individu, kelompok, dan orgaisasi. Ahli psikologi mempelajari sistem informasi dengan ketertarikan terhadap bagaimana pengambilan keputusan manusia menganai dan menggunakan informasi formal. Ahli ekonomi mempelajari sistem informasi dengan ketertarikan dalam memahami proses produksi barang-barang digital, dinamika dari pasar digital, dan pemahaman bagaimana sistem informasi baru mengubah pengawasan dan struktur biaya di dalam perusahaan.
        Pendekatan perilaku sebenarnya tidak mengabaikan teknologi, teknologi sistem informasi sering menjadi penyebab bagi permasalahan atau isu perilaku. Tetapi fokus dari pendekatan ini umumnya bukan pada solusi teknisnya, sebaliknya pendekatan ini berkonsentrasi pada perubahan tingkah laku, kebijakan manajemen dan organisasi, dan perilaku.

0 komentar:

Poskan Komentar